Lompat ke isi utama

Berita

Merawat Eksistensi Pergerakan Mahasiswa Melalui Penguatan Kesadaran Politik

Dokumentasi Ketua Hendra Selaku Narasumber dalam Kegiatan Bertajuk "Membentuk Kesadaran Politik demi Merawat Eksistensi Pergerakan Mahasiswa" yang diselenggarakan oleh PC IMM Abdya di Kampus STKIP Muhammadiyah Abdya, Sabtu (25/07/2026).

Dokumentasi Ketua Hendra Selaku Narasumber dalam Kegiatan Bertajuk "Membentuk Kesadaran Politik demi Merawat Eksistensi Pergerakan Mahasiswa" yang diselenggarakan oleh PC IMM Abdya di Kampus STKIP Muhammadiyah Abdya, Sabtu (25/07/2026).

Aceh Barat Daya, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Aceh Barat Daya, Hendra, menjadi narasumber dalam kegiatan bertajuk "Membentuk Kesadaran Politik demi Merawat Eksistensi Pergerakan Mahasiswa" yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh Barat Daya di Kampus STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya, Sabtu (25/07/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh kader dan mahasiswa sebagai wadah untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya kesadaran politik, peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi, serta kontribusi mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai demokrasi yang berintegritas.

Dalam pemaparannya, Hendra menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan (agent of change), kontrol sosial (social control), sekaligus mitra kritis dalam mengawal proses demokrasi. 

Menurutnya, kesadaran politik yang baik akan melahirkan partisipasi politik yang cerdas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Mahasiswa harus mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya politik yang sehat. Kesadaran politik bukan hanya tentang menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami proses demokrasi, mengawal kebijakan publik, serta berani menyampaikan kritik yang konstruktif demi kepentingan bangsa dan daerah," ujar Hendra.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan pemilu melalui pengawasan partisipatif. Keterlibatan mahasiswa, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran, termasuk politik uang, penyebaran disinformasi, serta praktik-praktik yang dapat mencederai integritas pemilu.

Selain itu, Hendra menekankan bahwa eksistensi gerakan mahasiswa harus terus dirawat melalui penguatan kapasitas intelektual, integritas moral, dan kepedulian terhadap persoalan kebangsaan. Organisasi kemahasiswaan diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkarakter, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pandangan dari peserta mengenai tantangan demokrasi, peningkatan partisipasi politik generasi muda, serta peran mahasiswa dalam memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Aceh Barat Daya berharap sinergi dengan organisasi kemahasiswaan terus terjalin dalam membangun kesadaran politik masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang aktif, kritis, dan berkomitmen menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Humas Bawaslu Kabupaten Aceh Barat Daya